

Siapa sih yang tidak ingin melihat idola tampil langsung di depan mata dengan tata panggung yang memukau? Rasanya pasti luar biasa. Namun, jangan sampai hobi yang menyenangkan ini justru menjadi bencana bagi dompetmu hingga memaksa kamu makan mie instan setiap hari di akhir bulan.
Fenomena konser yang makin marak belakangan ini memang sangat menggoda, tetapi hal tersebut membutuhkan strategi keuangan yang cerdas. Yuk, simak cara mengatur keuangan agar kamu tetap bisa fandom dengan tenang tanpa harus merasa sengsara setelah euforia berakhir.
Saat ini, menonton konser bukan sekadar soal menikmati musik, melainkan sudah menjadi ajang kompetisi. Istilah war ticket kini menjadi tantangan tersendiri yang sering kali bikin deg-degan para penggemar. Permintaan yang tinggi sering kali membuat harga tiket melambung, belum lagi jika kamu harus berhadapan dengan harga dari pihak ketiga atau calo.
Kondisi ini menuntut kamu untuk memiliki kesiapan dana yang benar-benar matang. Jika tidak memiliki tabungan khusus, besar kemungkinan kamu akan mengambil pos dana lain yang sebenarnya krusial untuk kebutuhan sehari-hari. Jangan sampai siklus keuangan bulananmu terganggu hanya demi kepuasan sesaat.
Siapa sih yang tidak ingin melihat idola tampil langsung di depan mata dengan tata panggung yang memukau? Rasanya pasti luar biasa. Namun, jangan sampai hobi yang menyenangkan ini justru menjadi bencana bagi dompetmu hingga memaksa kamu makan mie instan setiap hari di akhir bulan.
Fenomena konser yang makin marak belakangan ini memang sangat menggoda, tetapi hal tersebut membutuhkan strategi keuangan yang cerdas. Yuk, simak cara mengatur keuangan agar kamu tetap bisa fandom dengan tenang tanpa harus merasa sengsara setelah euforia berakhir.
Saat ini, menonton konser bukan sekadar soal menikmati musik, melainkan sudah menjadi ajang kompetisi. Istilah war ticket kini menjadi tantangan tersendiri yang sering kali bikin deg-degan para penggemar. Permintaan yang tinggi sering kali membuat harga tiket melambung, belum lagi jika kamu harus berhadapan dengan harga dari pihak ketiga atau calo.
Kondisi ini menuntut kamu untuk memiliki kesiapan dana yang benar-benar matang. Jika tidak memiliki tabungan khusus, besar kemungkinan kamu akan mengambil pos dana lain yang sebenarnya krusial untuk kebutuhan sehari-hari. Jangan sampai siklus keuangan bulananmu terganggu hanya demi kepuasan sesaat.
Pernahkah kamu mendengar istilah Post-Concert Depression (PCD)? Ini adalah perasaan sedih atau hampa yang sering muncul setelah euforia konser berakhir. Sekarang, bayangkan jika perasaan hampa tersebut ditambah dengan kenyataan pahit bahwa saldo rekeningmu sudah menipis drastis.
Kondisi “bokek” setelah konser jelas akan memperparah dampak psikologis dari PCD. Stres karena tidak punya uang untuk makan enak atau membayar tagihan bisa membuat kenangan indah saat konser tertutup oleh kecemasan finansial. Oleh karena itu, persiapan dana yang matang adalah kunci utama untuk menikmati konser dengan hati tenang, dari awal berangkat hingga pulang ke rumah.
Agar hobi nonton konser tidak mengganggu stabilitas keuangan, kamu perlu mengatur cashflow dengan lebih disiplin. Kuncinya sederhana namun butuh konsistensi: pisahkan antara keinginan dan kebutuhan sejak awal kamu menerima gaji.
Kita harus realistis, kamu tidak harus datang ke setiap acara musik yang ada. Tentukan prioritasmu dengan bijak. Apakah kamu lebih memilih konser solo artis favorit yang mungkin hanya datang lima tahun sekali? Atau kamu lebih suka atmosfer festival musik yang menghadirkan banyak line-up meski durasi tampil idolamu lebih singkat?
Memilih salah satu akan membantu kamu lebih fokus dalam mengumpulkan dana. Jika kamu memaksakan diri untuk hadir di keduanya tanpa persiapan dana lebih, arus kas bulananmu pasti akan terganggu.
Menabung tanpa target yang jelas sering kali hanya menjadi wacana. Kamu perlu angka pasti agar motivasi menabung tetap terjaga. Berikut adalah cara perhitungannya yang bisa kamu terapkan.
Jangan hanya menabung seharga tiket konser saja. Kamu harus memperhitungkan biaya tambahan lainnya yang sering terlupakan, antara lain:
Setelah mendapatkan total angka yang dibutuhkan, bagi jumlah tersebut dengan sisa waktu sebelum konser (misalnya 6 bulan). Jika total kebutuhanmu adalah Rp6.000.000 dan kamu punya waktu 6 bulan, berarti kamu harus menyisihkan Rp1.000.000 per bulan. Jika dipecah lagi, itu hanya sekitar Rp33.000 per hari. Angka harian ini pasti akan terasa lebih ringan dibandingkan harus mencari dana jutaan rupiah dalam waktu semalam, bukan?
Menyimpan uang tunai di dompet atau membiarkannya mengendap di rekening gaji sangat berisiko terpakai untuk kebutuhan lain. Solusi terbaik adalah memisahkannya ke instrumen investasi yang aman namun tetap mudah dicairkan, seperti reksa dana pasar uang.
Kamu bisa mulai berinvestasi reksa dana dengan mudah melalui aplikasi OCTO. Beberapa keunggulan menggunakan reksa dana di aplikasi OCTO untuk mengamankan dana konser antara lain:
Sering lupa menyisihkan uang? Tenang, aplikasi OCTO memiliki fitur auto debit atau pembelian berkala untuk reksa dana. Kamu bisa mengatur agar setiap tanggal gajian, sejumlah dana otomatis dipotong dan dibelikan reksa dana. Dengan cara ini, dana konsermu akan terkumpul secara disiplin tanpa kamu perlu repot melakukan transfer manual setiap bulan. Tahu-tahu, dananya sudah siap!
Menonton konser adalah cara yang sah untuk menikmati hasil kerja kerasmu, asalkan tidak mengorbankan kesehatan finansial di masa depan. Dengan perencanaan yang matang, perhitungan biaya yang detail, serta disiplin menabung, kamu bisa bernyanyi bersama idola tanpa rasa bersalah. Pastikan kamu menggunakan instrumen yang tepat agar dana tersebut aman dan berkembang.
Siap nonton konser idola tanpa bikin dompet merana? Yuk, mulai cicil dana konsermu di reksa dana melalui aplikasi OCTO sekarang juga dan wujudkan impianmu bertemu idola dengan keuangan yang tetap aman!
Indiepers adalah situs yang memberikan tutorial untuk teknisi dalam perbaikan seputar Windows, Linux, Jaringan, Server dll.